Akhirnya datang juga kesadaran untuk selalu menulis dan berkarya walau lewat tulisan. Sejak dari sekolah es de, de sudah doyan nulis di diary dan ketika saat ini dibuka kembali, lucunya gag ketulungan. Oh Ternyata....
Baru kepikiran kalo saat ini udah semakin mudah media untuk menulis dan mencurahkan segala keluh kesah kita, udah gag etis ya kalo diary ketinggalan atau ketika kemana-mana kita bawa itu bikin ribet juga. dan lagi sebagai upaya untuk go green, kurangi kertas, dan tentunya lebih hemat dan efisien.
emang ya seorang manusia itu pasti akan selalu butuh seseorang disampingnya yang akan selalu menyiapkan telinganya untuk mendengarkan kita, tapi ingat orang disekeliling kita tak akan selamanya kita bebani, apalagi untuk hal-hal sepele. Belum lagi mereka juga mungkin punya kesibukan dan masalah yang mungkin lebih complicated.
Aku tak akan mampu merangkum semua cerita dan detik hidup yang telah ku lewati, moment-moment spesial atau apapun itu tak bisa aku beberkan satu persatu di tulisan pertamaku ini. Tapi mungkin esok ketika aku ingin review aku bisa menceritakan gimana perjuangan aku hingga bisa seperti ini, gimana malasnya akku hingga sampai saat ini ku belum menjadi APA-APA. mungkin esok ku bisa ceritakan gimana aku mempunyai seorang spesial, teman, dan beragam sahabat yang mampu membuat hidupku berwarna. Gimana akau naksir, gimana aku mencoba untuk selalu mengendalikan diri hingga aku tak terjerat lagi untuk kehidupan yang sia-sia, sedikit makna, dan tak ada keutuhan juga kehalalan disitu. Tak ingin lagi... maunya nikah ajja...beuuuh
Hingga kini, ku hanya selalu ingin berusaha, mempernbaiki diri, memantaskan diri, sampai kadang aku terlena dengan rutinitas sederhana, mencoba mendekatkan diri dengan Sang Khaliq walau tak dipungkiri sering kali melanggar dan mengikuti kemauan semata. Tapi kini, di lubuk hatiku yang paling dalam, selalu ku ingat akan sebuah kematian hingga aku menginginkan akhir yang baik dan maslahat, hingga tak sadar bahwa aku pun harus bisa memikirkan bagaimana menjalani esok hari di dunia ini, bagaimana kamu memenuhi kebutuhan harianmu yang harganya semakin meninggi, kemarin saat SMP mungkin cukup Rp. 25.000,00 untuk kebutuhan bulanan, tapi saat ini 3 lembar ratus ribuan baru bisa memenuhi sabun dan pernak pernik cewek lainnya. Bagaimana dirimu meringankan beban kedua orang tuamu yang masih memiliki anak usia produktif yang harus di bantu pendidikan ke depannya, karena tak akan bisa kamu hanya menunggu, menunggu seorang laki-laki mapan nan soleh yang akan menyuntingmu hingga cukup dirimu melayaninya, mengurus rumah dan anak-anak, juga terus memantaskan diri untuk memberi yang terbaik untuk orang di sampingmu. Tak bisa...
Kamu pun harus menerka dan menyiapkan untuk segala sesuatu kemungkinan yang akan terjadi dihidupmu di esok hari, tak bisa hanya menunggu dan berangan, harus ada usaha untuk bisa raih kebahagiaan dunia dan akhiratmu, harus berusaha untuk memperkaya diri, memantaskan jiwa, dan mempercantik diri dan hati hingga kamu pun bisa bersanding dengan seorang laki-laki yang sama-sama memiliki misi ittu.
Keep Semangat...!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar